#NgabuburitPengawasan Episode 3: Perkuat Fondasi Demokrasi, Bawaslu Kuningan Ajak Masyarakat Kolaborasi Menuju Pemilu 2029
|
Kuningan – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Kuningan kembali melanjutkan seri diskusi daring #NgabuburitPengawasan yang kini memasuki Episode ke-3. Menghadirkan Anggota Bawaslu Kabupaten Kuningan, Yayan Supriyatna, diskusi kali ini mengusung tema strategis: "Kolaborasi dan Penguatan Kelembagaan Bawaslu Kuningan bersama Masyarakat untuk Pemilu 2029 yang Partisipatif". (6 Maret 2026)
Sinergi sebagai Kunci Pengawasan Efektif
Dalam kultumnya, Yayan Supriyatna menegaskan bahwa Pemilu bukan sekadar agenda rutin lima tahunan, melainkan fondasi utama demokrasi yang harus dijaga bersama. Ia menekankan bahwa Bawaslu tidak dapat bekerja sendiri dalam mengawal tegaknya keadilan pemilu.
"Pengawasan tidak akan efektif tanpa kolaborasi. Di sinilah pentingnya sinergi antara Bawaslu dan masyarakat," ujar Yayan. Menurutnya, kolaborasi yang kuat dimulai dari pembangunan kepercayaan publik melalui kerja pengawasan yang profesional, transparan, dan adil.
Penguatan Internal dan Jejaring Luar Tahapan
Selain aspek partisipasi masyarakat, Yayan menyoroti pentingnya penguatan kelembagaan. Lembaga pengawas yang kuat tidak hanya bersandar pada regulasi, tetapi juga pada integritas Sumber Daya Manusia (SDM).
Masa di luar tahapan pemilu seperti saat ini dipandang sebagai momentum emas untuk:
Konsolidasi dan Evaluasi: Memperbaiki celah pengawasan dari periode sebelumnya.
Peningkatan Kapasitas: Memperkuat kemampuan teknis dan menjaga independensi jajaran pengawas.
Pembangunan Jejaring: Memperluas komunikasi dengan tokoh masyarakat, akademisi, pemuda, dan organisasi kemasyarakatan (Ormas).
Perspektif Islam: Ta’awun dan Amar Ma’ruf Nahi Munkar
Menyelaraskan dengan suasana bulan suci Ramadhan, Yayan membedah relevansi pengawasan pemilu dalam kacamata Islam. Ia menjelaskan bahwa kolaborasi dalam pengawasan adalah wujud nyata dari prinsip ta’awun (tolong-menolong dalam kebaikan).
"Pengawasan pemilu adalah bagian dari amar ma’ruf nahi munkar dalam konteks demokrasi. Kita bersama-sama memastikan bahwa proses politik berjalan bersih dan bermartabat," tambahnya.
Komitmen Menuju 2029
Menutup sesi #NgabuburitPengawasan, Bawaslu Kuningan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan momentum Ramadhan sebagai ruang memperkuat komitmen. Dengan komunikasi yang terbuka dan kehadiran Bawaslu di tengah masyarakat, diharapkan Pemilu 2029 di Kabupaten Kuningan dapat menjadi ajang kontestasi yang partisipatif, berintegritas, dan dipercaya sepenuhnya oleh publik.
Foto : Rendi RH/Humas Bawaslu Kuningan
Penulis dan Editor : Yoga dan Rendi/Humas Bawaslu Kuningan