Lompat ke isi utama

Berita

Ngabuburit Pengawasan Episode 5: Bawaslu Kuningan Tegaskan Integritas Pengawas adalah Kunci Kepercayaan Publik

#NgabuburitPengawasan Bawaslu Kab. Kuningan, Episode 5. Bersama Dadan Yuardan Firdaus (Anggota Bawaslu Kab. Kuningan) dengan tema Integritas Pengawas Pemilu sebagai Fondasi Demokrasi.

#NgabuburitPengawasan Bawaslu Kab. Kuningan, Episode 5. Bersama Dadan Yuardan Firdaus (Anggota Bawaslu Kab. Kuningan) dengan tema Integritas Pengawas Pemilu sebagai Fondasi Demokrasi.

Kuningan – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Kuningan kembali menggelar diskusi daring melalui program #NgabuburitPengawasan yang kini memasuki Episode ke-5. Pada kesempatan kali ini, Anggota Bawaslu Kabupaten Kuningan, Dadan Yuardan Firdaus, hadir sebagai narasumber dengan membawakan tema sentral: "Integritas Pengawas Pemilu sebagai Fondasi Demokrasi". (13 Maret 2026)

Integritas dalam Konsep Amanah dan Shiddiq

Dalam pemaparannya, Dadan menjelaskan bahwa dalam perspektif Islam, integritas sangat erat kaitannya dengan konsep amanah (kepercayaan) dan shiddiq (jujur). Merujuk pada QS. An-Nisa ayat 58, ia menekankan bahwa jabatan sebagai pengawas pemilu adalah amanah besar yang harus disampaikan kepada yang berhak menerimanya.

"Bahkan sebelum menjadi Rasul, Nabi Muhammad SAW telah diakui integritas pribadinya dengan gelar Al-Amin. Hal ini mengajarkan kita bahwa sebelum bicara kepemimpinan besar, fondasi utamanya adalah integritas pribadi," ujar Dadan.

Pengawasan Berbasis Nurani dan Marwah

Dadan menggarisbawahi bahwa sekuat apa pun regulasi yang ada, semuanya akan runtuh tanpa integritas dari pengawasnya. Pengawas pemilu dituntut bekerja tidak hanya dengan buku aturan, tetapi juga dengan hati nurani karena tugasnya adalah menjaga marwah demokrasi.

Ia juga memperingatkan dampak berbahaya jika pengawas kehilangan integritas:

  • Netralitas menjadi bias.

  • Penindakan hukum menjadi tumpul.

  • Kepercayaan publik akan runtuh, padahal demokrasi berdiri di atas kepercayaan rakyat.

Ramadhan sebagai Madrasah Integritas Spiritual

Dadan menganalogikan kerja pengawasan dengan ibadah puasa. Sebagaimana orang berpuasa tetap menahan diri meski tidak ada manusia yang melihat karena sadar Allah Maha Melihat, maka pengawas pemilu pun harus bekerja bukan karena sorotan publik atau atasan, melainkan demi pertanggungjawaban di hadapan Tuhan.

Ada tiga nilai utama dari bulan Ramadhan yang harus dipegang teguh oleh jajaran pengawas:

  1. Kejujuran: Melatih kejujuran tanpa perlu pengawasan manusia.

  2. Kesabaran: Menghadapi tekanan dan konflik dalam pengawasan.

  3. Keikhlasan: Karena tidak semua kerja pengawasan mendapat apresiasi.

Langkah Kecil untuk Karakter Besar

Menutup sesi diskusi, Dadan mengajak jajaran pengawas untuk memulai integritas dari hal-hal kecil, seperti disiplin waktu, objektif dalam kajian, tidak menyalahgunakan fasilitas jabatan, serta menjaga sikap di ruang publik.

"Pengawas yang berintegritas adalah penjaga keseimbangan demokrasi. Ia menjadi penegak keadilan, bukan alat kekuasaan," pungkasnya.

Foto : Rendi RH/Humas Bawaslu Kuningan

Penulis dan Editor : Yoga dan Rendi/Humas Bawaslu Kuningan