Ngabuburit Pengawasan Episode 4: Bawaslu Kuningan Bedah Strategi Tangkal Hoaks dan Manipulasi Opini Publik
|
Kuningan – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Kuningan kembali menggelar seri diskusi rutin #NgabuburitPengawasan yang kini memasuki Episode ke-4. Pada kesempatan kali ini, Anggota Bawaslu Kabupaten Kuningan, Rendi Septian, hadir sebagai narasumber dengan mengangkat tema krusial: "Strategi Menghadapi Hoaks dan Manipulasi Opini Publik". (9 Maret 2026)
Ancaman Digital terhadap Demokrasi
Dalam paparannya, Rendi Septian menyoroti tantangan besar di era digital, di mana informasi menyebar dengan sangat cepat melalui media sosial namun sering kali disusupi oleh hoaks dan disinformasi. Menurutnya, manipulasi opini publik yang tidak diantisipasi dengan baik berisiko merusak kualitas demokrasi serta memicu perpecahan di tengah masyarakat.
"Hoaks bukan sekadar persoalan teknologi, tetapi juga soal integritas dan tanggung jawab moral kita bersama dalam menjaga ruang publik," ujar Rendi.
Tiga Strategi Utama Menghadapi Disinformasi
Untuk membentengi masyarakat dari paparan berita bohong, Rendi menawarkan tiga strategi penguatan:
Meningkatkan Literasi Informasi: Setiap individu wajib memiliki kemampuan memverifikasi informasi sebelum mempercayai atau menyebarkannya. Prinsip utamanya adalah "Saring Sebelum Sharing".
Penguatan Moral dan Etika Bermedia: Mengadopsi nilai keislaman melalui prinsip Tabayyun (memeriksa kebenaran). Sesuai ajaran Al-Qur'an, setiap berita yang datang harus diperiksa dengan teliti agar tidak menimbulkan penyesalan di kemudian hari.
Kolaborasi Multi-pihak: Pengawasan informasi tidak bisa hanya dilakukan oleh Bawaslu. Diperlukan sinergi antara lembaga pengawas, pemerintah, media, dan partisipasi aktif masyarakat untuk melaporkan serta mengedukasi publik.
Momentum Ramadhan untuk Menjaga Lisan
Rendi mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan momentum bulan suci Ramadhan sebagai ruang refleksi diri. Ia menekankan pentingnya menjaga lisan dan lebih bijak dalam menerima maupun menyebarkan informasi sebagai bentuk kontribusi menjaga persatuan bangsa.
Dengan adanya strategi yang terintegrasi, Bawaslu Kuningan berharap kualitas demokrasi dan keadilan informasi dapat tetap terjaga dari ancaman manipulasi opini publik yang merugikan.
Foto : Rendi RH/Humas Bawaslu Kuningan
Penulis dan Editor : Yoga dan Rendi/Humas Bawaslu Kuningan