Lompat ke isi utama

Berita

Ngabuburit Pengawasan Episode 1: Jaga Marwah Lembaga, Spirit Pengawasan Tak Boleh Berhenti Meski Tahapan Usai

#NgabuburitPengawasan Bawaslu Kabupaten Kuningan, Episode 1 Bersama Firman (Ketua Bawaslu Kabupaten Kuningan) dengan tema Penguatan Spirit Pengawasan diluar Tahapan Pemilu

#NgabuburitPengawasan Bawaslu Kabupaten Kuningan, Episode 1 Bersama Firman (Ketua Bawaslu Kabupaten Kuningan) dengan tema Penguatan Spirit Pengawasan diluar Tahapan Pemilu

Kuningan – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Kuningan menegaskan bahwa integritas dan semangat pengawasan pemilu tidak boleh luntur meskipun sedang tidak berada dalam masa tahapan krusial. Hal ini disampaikan sebagai upaya memperkuat komitmen kelembagaan dalam menjaga nilai-nilai demokrasi. (27 Februari 2026)

Ketua Bawaslu Kabupaten Kuningan, Firman, menekankan bahwa pengawasan bukan sekadar aktivitas administratif yang terpaku pada jadwal kampanye atau pemungutan suara, melainkan sebuah panggilan moral yang berkelanjutan.

Pengawasan Sebagai Panggilan Moral

Menurut Firman, masa di luar tahapan pemilu justru menjadi ujian sesungguhnya bagi integritas dan komitmen para pengawas. Ia mengingatkan bahwa nilai dasar seperti kejujuran, profesionalitas, dan kemandirian harus tetap dijaga erat.

"Pengawasan bukan sekadar tugas administratif, melainkan panggilan moral. Ia adalah wujud tanggung jawab kita kepada bangsa dan juga kepada Allah SWT," ujar Firman dalam keterangannya.

Beliau juga mengaitkan tugas pengawasan dengan nilai-nilai spiritual, di mana penegakan keadilan dan kejujuran adalah amanah yang harus dijalankan sesuai prinsip hukum.

Momentum Refleksi dan Evaluasi

Masa jeda tahapan pemilu dipandang sebagai waktu yang tepat untuk melakukan penguatan internal. Firman mengajak seluruh jajarannya untuk memanfaatkan waktu ini sebagai sarana evaluasi, perbaikan sistem, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Beberapa poin penting yang menjadi fokus Bawaslu Kuningan di luar tahapan antara lain:

  • Penguatan Regulasi: Memperbaiki dan memahami sistem hukum secara lebih mendalam.

  • Pencegahan Pelanggaran: Membangun sistem pencegahan yang lebih efektif.

  • Literasi Partisipatif: Mengajak masyarakat untuk terlibat aktif dalam pengawasan sebagai gerakan bersama.

Integrasi Spirit Ramadhan

Menyambut suasana Ramadhan, Firman juga menitikberatkan pentingnya pengawasan terhadap diri sendiri sebelum mengawasi publik. Integritas pribadi dianggap sebagai fondasi utama integritas lembaga.

"Saya mengajak seluruh jajaran untuk tidak menjadikan jeda tahapan sebagai jeda semangat. Justru di masa inilah kita memperkuat komitmen, mempererat solidaritas, dan meneguhkan niat bahwa tugas pengawasan adalah ibadah," tegasnya.

Menutup arahannya, Firman berharap momentum ini dapat memperbarui etos kerja dan menjaga marwah Bawaslu Kabupaten Kuningan, sehingga kapan pun tahapan pemilu kembali dimulai, seluruh jajaran telah siap secara moral, intelektual, dan spiritual.

Foto : Rendi RH/Humas Bawaslu Kuningan

Penulis dan Editor : Yoga dan Rendi/Humas Bawaslu Kuningan