Jumat Sehati Bawaslu Kuningan: Perkuat Doa, Ikhtiar, dan Tawakal dalam Menjalankan Amanah
|
Kuningan, Bawaslu Kabupaten Kuningan kembali melaksanakan kegiatan Jumat Sehati sebagai momentum untuk memperkuat nilai spiritual, menata hati, serta meningkatkan kualitas pengabdian dalam menjalankan tugas dan amanah kelembagaan. Kegiatan tersebut menghadirkan Dadan Yuardan Firdaus sebagai pembicara dengan materi bertajuk “Doa sebagai Pendamping Ikhtiar dan Jalan Menuju Keberkahan.” (Jumat, 21/08/2026)
Dalam penyampaiannya, Dadan Yuardan Firdaus menjelaskan bahwa doa merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia. Doa bukan sekadar permohonan ketika menghadapi kesulitan, tetapi juga merupakan bentuk penghambaan, pengakuan atas keterbatasan diri, serta wujud kedekatan seorang hamba kepada Allah SWT.
Ia mengingatkan bahwa manusia kerap lebih intens mengingat Allah ketika menghadapi persoalan. Padahal, dalam kondisi apa pun, baik saat memperoleh kesenangan maupun menghadapi kesulitan, manusia tetap membutuhkan pertolongan, petunjuk, perlindungan, dan keberkahan dari Allah SWT.
“Doa bukan hanya ketika kita membutuhkan sesuatu. Dalam setiap keadaan, kita tetap membutuhkan Allah SWT,” pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.
Lebih lanjut, disampaikan bahwa doa tidak menggantikan ikhtiar. Keduanya harus berjalan beriringan. Manusia dituntut untuk berusaha secara sungguh-sungguh dengan kemampuan yang dimiliki, kemudian menyerahkan hasil akhirnya kepada Allah SWT.
Dalam konteks pekerjaan, nilai tersebut diwujudkan dengan melaksanakan setiap tugas secara bertanggung jawab, menjaga integritas, memberikan pelayanan terbaik, serta menjadikan pekerjaan sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat.
Momentum Jumat juga menjadi ruang untuk melakukan introspeksi. Di tengah kesibukan pekerjaan dan tanggung jawab kelembagaan, setiap insan perlu meluangkan waktu untuk kembali menata niat dan mengingat bahwa jabatan, kemampuan, kesempatan, serta amanah yang dimiliki merupakan bagian dari nikmat yang diberikan Allah SWT.
Ketika doa belum mendapatkan jawaban sebagaimana yang diharapkan, manusia juga diajak untuk tidak berprasangka buruk kepada Allah. Bisa jadi jawaban tersebut memiliki waktu yang berbeda, bentuk yang berbeda, atau menjadi bagian dari proses pembelajaran untuk meningkatkan kesabaran dan keteguhan diri.
Karena itu, ketika doa belum terwujud, yang perlu dilakukan bukan berhenti berdoa, melainkan memperbaiki doa sekaligus memperbaiki ikhtiar. Memperbaiki kualitas ibadah, niat, cara bekerja, hubungan dengan sesama, serta menunaikan setiap amanah dengan sebaik-baiknya.
Dalam menjalankan tugas kelembagaan, seluruh jajaran Bawaslu Kabupaten Kuningan diharapkan tidak bekerja semata-mata karena kewajiban administratif, tetapi memahami bahwa setiap tugas merupakan amanah yang memiliki nilai pengabdian dan tanggung jawab kepada masyarakat.
Kegiatan Jumat Sehati ditutup dengan ajakan untuk membangun keseimbangan antara doa, ikhtiar, dan tawakal. Berdoa untuk memohon petunjuk, berikhtiar dengan sungguh-sungguh, serta bertawakal dengan penuh keikhlasan setelah memberikan usaha terbaik.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan nilai-nilai spiritual dapat menjadi penguat dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab, sehingga setiap langkah pengabdian Bawaslu Kabupaten Kuningan senantiasa dilandasi niat yang baik, integritas, tanggung jawab, dan semangat memberikan manfaat bagi masyarakat.
Foto : Rendi RH/Humas Bawaslu Kuningan
Penulis dan Editor : Rendi RH/Humas Bawaslu Kuningan