Lompat ke isi utama

Berita

Forum Literasi Keterbukaan Informasi Bawaslu Dorong Transparansi dan Partisipasi Publik dalam Pengawasan Pemilu

ppid

Forum Literasi Keterbukaan Informasi Bawaslu Dorong Transparansi dan Partisipasi Publik dalam Pengawasan Pemilu bertempat di Kabupaten Kuningan

Kuningan - Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menyelenggarakan Forum Literasi Keterbukaan Informasi Pengawasan Pemilu dan Pemilihan di El-Zeroun Meeting Room, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Kegiatan ini menjadi ruang edukasi publik untuk memperkuat pemahaman tentang hak atas informasi pemilu yang transparan dan terpercaya. (23/07/2025)

Forum ini dihadiri berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh masyarakat, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan dan pemuda (OKP/Ormas), pemilih pemula, hingga tokoh perempuan. Kehadiran mereka menjadi bukti pentingnya kolaborasi lintas kelompok dalam mewujudkan pengawasan pemilu yang partisipatif dan akuntabel.

Ketua Bawaslu Kabupaten Kuningan, Firman, menegaskan pentingnya transparansi dalam pengawasan.

“Masyarakat semakin kritis, dan kita harus menjawab dengan cara kerja yang terbuka. Acara ini penting banget sebagai upaya bersama untuk memperkuat pengawasan yang bisa dipercaya publik,” ujar Firman.

Widodo Wuryanto, S.IP., M.Si , Kepala Sekretariat Bawaslu Jawa Barat, menambahkan bahwa forum ini sekaligus menjadi langkah strategis untuk menangkal informasi palsu dan mendorong partisipasi aktif masyarakat.

“Keterbukaan informasi adalah salah satu fondasi demokrasi yang sehat. Forum ini hadir untuk meningkatkan literasi publik, mencegah hoaks, dan memastikan masyarakat—termasuk kelompok pemilih pemula dan perempuan—mendapatkan akses informasi yang kredibel,” jelasnya.

Sementara itu, Dr. Backhtiar, Koordinator Tenaga Ahli PP dan Datin Bawaslu RI, menjelaskan forum ini diangkat karena masih banyak terjadi miskonsepsi informasi di masyarakat. Ia juga menyoroti pentingnya transformasi internal di tubuh Bawaslu agar lebih melayani kebutuhan informasi publik.

“Bawaslu punya data yang bisa digunakan masyarakat. Kita ingin masyarakat sadar bahwa mereka berhak tahu, kecuali informasi yang memang dikecualikan undang-undang,” ucapnya.

Sebagai narasumber, Dr. Heri Herdiawanto, S.Pd., M.Si, memaparkan pentingnya keterbukaan informasi sebagai prinsip dalam demokrasi.

“Keterbukaan ini memungkinkan masyarakat mengetahui proses tahapan Pemilu, Pemilihan dan ikut mengawasi. Dengan begitu, pemilu bisa berjalan lebih transparan dan bertanggung jawab,” katanya.

Dalam diskusi interaktif, para peserta dari unsur tokoh agama, OKP, dan organisasi perempuan turut menyampaikan pandangannya, serta forum ini disambut positif oleh peserta dari berbagai kalangan, dan diharapkan mampu mendorong sinergi antara Bawaslu dan masyarakat dalam mewujudkan Pemilu yang jujur, adil, dan terbuka.

Foto : Rendi RH/Humas Bawaslu Kuningan

Penulis dan Editor : Rendi RH/Humas Bawaslu Kuningan