Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Kuningan Terima Kunjungan Feredy, Perkuat Manajemen Risiko dan Tata Kelola Kelembagaan

supervisi-fereddy

Bawaslu Kuningan Terima Kunjungan Feredy, Perkuat Manajemen Risiko dan Tata Kelola Kelembagaan

Kuningan - Bawaslu Kabupaten Kuningan menerima kunjungan Fereddy, Anggota Bawaslu Provinsi Jawa Barat sekaligus Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia dan Organisasi (SDMO), dalam rangka penguatan pemahaman dan penerapan manajemen risiko di lingkungan kelembagaan Bawaslu. (Senin, 12/10/2026) 

Kunjungan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat tata kelola organisasi yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada pencegahan. Manajemen risiko merupakan salah satu aspek penting dalam memastikan pelaksanaan tugas dan fungsi kelembagaan berjalan secara efektif, terukur, serta sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Dalam pembahasannya, manajemen risiko menjadi perhatian utama, khususnya dalam mengidentifikasi potensi permasalahan, menganalisis kemungkinan dampak, serta merumuskan langkah mitigasi yang tepat. Melalui pendekatan tersebut, setiap jajaran diharapkan mampu mengantisipasi berbagai hambatan sejak dini dan meminimalkan risiko yang dapat memengaruhi pencapaian tujuan organisasi.

Ketua Bawaslu Kabupaten Kuningan, Firman, menyampaikan bahwa penerapan manajemen risiko merupakan bagian penting dari upaya meningkatkan kualitas kinerja dan memperkuat akuntabilitas kelembagaan.

“Manajemen risiko harus menjadi bagian dari budaya kerja, bukan sekadar pemenuhan administrasi. Dengan mengenali potensi risiko sejak awal, kita dapat menyusun langkah pencegahan dan pengendalian yang tepat sehingga setiap program dan kegiatan dapat berjalan lebih terencana, efektif, dan bertanggung jawab,” ujar Firman.

Menurutnya, kesadaran terhadap risiko perlu dibangun oleh seluruh jajaran, baik pimpinan maupun sekretariat. Dengan demikian, setiap pelaksanaan tugas dapat didukung perencanaan yang matang, koordinasi yang baik, serta mekanisme pengendalian yang berkelanjutan.

Sementara itu, Feredy menekankan bahwa manajemen risiko memiliki peran strategis dalam mendukung penguatan organisasi dan profesionalitas jajaran Bawaslu. Setiap potensi risiko perlu dikenali dan dikelola secara sistematis agar tidak menghambat pelaksanaan tugas maupun pencapaian sasaran kelembagaan.

“Manajemen risiko mengajarkan kita untuk tidak hanya berfokus pada pelaksanaan pekerjaan, tetapi juga memahami potensi hambatan yang mungkin muncul dan menyiapkan langkah antisipasinya. Dengan pengelolaan risiko yang baik, organisasi akan lebih siap, adaptif, dan mampu menjalankan tugas secara profesional serta akuntabel,” ungkap Feredy.

Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan seluruh jajaran dalam membangun budaya sadar risiko. Identifikasi risiko perlu diikuti dengan langkah mitigasi yang jelas, pembagian tanggung jawab yang terukur, serta evaluasi secara berkala agar pengendalian berjalan optimal.

Melalui kunjungan tersebut, Bawaslu Kabupaten Kuningan diharapkan semakin memperkuat implementasi manajemen risiko dalam setiap aspek pekerjaan, mulai dari perencanaan program, pelaksanaan kegiatan, hingga evaluasi kinerja.

Bawaslu Kabupaten Kuningan berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola kelembagaan melalui penguatan manajemen risiko, peningkatan kedisiplinan, serta penerapan prinsip transparansi dan akuntabilitas. Upaya ini diharapkan mampu mendukung pelaksanaan tugas pengawasan Pemilu dan Pemilihan secara profesional, berintegritas, dan bertanggung jawab.

Foto : Rendi RH/Humas Bawaslu Kuningan

Penulis dan Editor : Rendi RH /Humas Bawaslu Kuningan