Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Kuningan Bekali Pengurus OSIS SMAN 1 Cigugur, Tanamkan Pentingnya Hukum, Pengawasan, dan Evaluasi dalam Berorganisasi

sosialisasi-sma1cigugur

Bawaslu Kuningan Bekali Pengurus OSIS SMAN 1 Cigugur, Tanamkan Pentingnya Hukum, Pengawasan, dan Evaluasi dalam Berorganisasi

Kuningan - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Kuningan terus berkomitmen memperkuat pendidikan demokrasi dan menanamkan nilai-nilai integritas kepada generasi muda. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pemberian materi pembekalan kepada pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) SMAN 1 Cigugur dalam kegiatan Latihan Kepemimpinan Siswa (LKS). (Jumat, 16/10/2026)

Hadir sebagai narasumber, Anggota Bawaslu Kabupaten Kuningan sekaligus Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat, Agus Khobir Permana, yang menyampaikan materi mengenai pentingnya hukum, pengawasan, dan evaluasi sebagai fondasi dalam membangun organisasi yang demokratis, transparan, dan berintegritas.

Dalam pemaparannya, Agus menegaskan bahwa keberhasilan sebuah organisasi tidak hanya ditentukan oleh semangat kepemimpinan dan kerja sama, tetapi juga harus didukung dengan pemahaman terhadap aturan, mekanisme pengawasan yang efektif, serta evaluasi yang berkelanjutan.

"Organisasi yang kuat bukan sekadar soal semangat, tetapi soal aturan yang jelas, kontrol yang sehat, dan kemauan untuk berbenah. Hukum menentukan arah, pengawasan menjaga arah, dan evaluasi meluruskan arah agar organisasi tetap berjalan sesuai tujuan," ujar Agus Khobir Permana.

Lebih lanjut, Agus menjelaskan bahwa setiap organisasi, termasuk OSIS, memiliki landasan hukum dan aturan yang menjadi pedoman dalam menjalankan tugas serta tanggung jawabnya. Mulai dari ketentuan perundang-undangan, peraturan sekolah, hingga Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi. Menurutnya, pemahaman terhadap aturan menjadi bagian penting dalam membangun kedisiplinan, menjamin keadilan, serta mencegah terjadinya penyalahgunaan kewenangan.

sosialisasi-sma1cigugur1

Selain aspek hukum, Agus juga menekankan pentingnya membangun budaya pengawasan yang sehat dan partisipatif. Pengawasan dalam organisasi bukan dimaknai sebagai bentuk kecurigaan, melainkan sebagai mekanisme untuk memastikan seluruh kegiatan berjalan sesuai aturan, terbuka, dan dapat dipertanggungjawabkan. Dalam konteks OSIS, pengawasan dapat dilakukan melalui peran Majelis Perwakilan Kelas (MPK), pembina sekolah, maupun keterlibatan aktif seluruh siswa.

"Pengawasan bukan untuk mencari kesalahan, melainkan untuk memastikan setiap amanah dijalankan dengan benar. Ketika transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi menjadi budaya organisasi, maka kepercayaan akan tumbuh dengan sendirinya," jelasnya.

Pada kesempatan tersebut, para peserta juga dibekali pemahaman mengenai pentingnya evaluasi organisasi melalui pendekatan Plan, Do, Check, Act (PDCA), yakni proses perencanaan, pelaksanaan, pemeriksaan, dan tindak lanjut perbaikan. Selain itu, diperkenalkan pula metode Keep, Stop, Start sebagai langkah sederhana untuk mempertahankan program yang efektif, menghentikan kegiatan yang kurang bermanfaat, serta mengembangkan inovasi baru dalam organisasi.

Untuk memperkuat pemahaman, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi interaktif melalui studi kasus mengenai transparansi dan pertanggungjawaban penggunaan anggaran kegiatan OSIS. Melalui diskusi tersebut, para peserta diajak berpikir kritis dalam mengidentifikasi persoalan, memahami mekanisme pengawasan, serta merumuskan langkah penyelesaian yang tepat dan bertanggung jawab.

sosialisasi-sma1cigugur2

Agus berharap pembekalan tersebut dapat menjadi bekal bagi para pengurus OSIS SMAN 1 Cigugur dalam menjalankan kepemimpinan yang berintegritas, menjunjung tinggi aturan, serta mengedepankan prinsip keterbukaan dan tanggung jawab dalam setiap pengambilan keputusan.

Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kabupaten Kuningan juga mendorong penguatan kesadaran demokrasi sejak dini, khususnya di lingkungan pendidikan. Nilai-nilai kepemimpinan, partisipasi, pengawasan, dan akuntabilitas yang diterapkan dalam organisasi sekolah diharapkan menjadi fondasi bagi lahirnya generasi muda yang kritis, berintegritas, dan memiliki kepedulian terhadap proses demokrasi.

"Kami berharap para pengurus OSIS tidak hanya mampu menjadi pemimpin di lingkungan sekolah, tetapi juga tumbuh menjadi generasi yang memahami pentingnya aturan, berani mengawasi, terbuka terhadap evaluasi, serta bertanggung jawab atas setiap amanah yang diberikan," pungkas Agus.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya Bawaslu Kabupaten Kuningan dalam memperluas edukasi demokrasi dan menumbuhkan semangat pengawasan partisipatif di kalangan generasi muda sebagai calon pemilih dan pemimpin masa depan.

Foto : Rendi RH/Humas Bawaslu Kuningan

Penulis dan Editor : Yoga Mahendra dan Rendi RH /Humas Bawaslu Kuningan